Blog Post (EN)

Growing Stronger with Confidence

Mengapa Kepercayaan Diri Anak Harus Dibangun Sejak SMP?

“Our confidence is not in ourselves, but in the faithfulness of God.”
Charles Stanley

Di tengah dunia yang terus berubah dengan sangat cepat, anak-anak remaja saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka tumbuh di era digital, di mana informasi bergerak tanpa batas dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di satu sisi, teknologi membuka banyak peluang untuk belajar. Namun di sisi lain, dunia digital juga membawa tekanan bagi anak-anak.

Hari demi hari, mereka melihat pencapaian orang lain di layar ponsel mereka. Mereka melihat standar hidup, prestasi, dan popularitas yang sering kali tampak “sempurna.” Tanpa disadari, banyak anak mulai membandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka merasa harus selalu terlihat baik, harus selalu berhasil, dan harus selalu diterima.

Akibatnya, tidak sedikit remaja yang sebenarnya memiliki potensi besar justru tumbuh dengan rasa takut, cemas, dan kurang percaya diri.

Mereka takut gagal. Takut ditolak. Takut dianggap tidak cukup baik.

Bahkan, ada anak-anak yang memilih diam karena takut salah berbicara. Ada yang enggan mencoba karena takut dibandingkan. Ada pula yang merasa nilai dirinya ditentukan oleh jumlah likes, komentar, atau penerimaan dari lingkungan sekitar.

Inilah sebabnya mengapa membangun confidence pada anak sejak usia SMP menjadi sangat penting.

Kepercayaan diri bukan sekadar kemampuan tampil berani di depan banyak orang. Confidence yang sejati adalah kemampuan untuk mengenal nilai diri, memiliki keberanian untuk bertumbuh, dan tetap berdiri teguh meskipun menghadapi tekanan maupun kegagalan.

Sebagai sekolah Kristen, kami percaya bahwa setiap anak diciptakan secara istimewa oleh Tuhan dan memiliki tujuan yang berharga dalam hidupnya. Tidak ada anak yang “biasa saja” di mata Tuhan. Setiap anak memiliki talenta, potensi, dan panggilan yang unik.

Confidence sejati tidak dibangun dari pujian manusia, tetapi dari identitas kita di dalam Tuhan. Ketika anak memahami bahwa dirinya berharga di hadapan Tuhan, mereka akan memiliki pondasi yang kuat dalam membangun rasa percaya diri. Mereka tidak lagi mencari pengakuan hanya dari dunia luar, tetapi belajar melihat diri mereka melalui perspektif Tuhan.

Confidence yang benar bukanlah kesombongan ataupun merasa lebih baik dari orang lain. Confidence adalah keberanian untuk melangkah karena percaya bahwa Tuhan menyertai dan memampukan.

Masa SMP adalah masa pembentukan karakter yang sangat penting. Pada fase inilah anak mulai mencari jati diri, belajar mengambil keputusan, membangun relasi, dan bagaimana mereka memandang dirinya.

Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada akademik semata.

Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menemukan potensi mereka tanpa rasa takut untuk dihakimi.

Di lingkungan sekolah, confidence dibangun melalui proses.

Ketika anak diberi kesempatan untuk memimpin, mereka belajar bertanggung jawab. Ketika mereka berbicara di depan kelas, mereka belajar berani. Ketika mengikuti kompetisi, mereka belajar menghadapi tantangan. Ketika mengalami kegagalan, mereka belajar bangkit dan tidak menyerah.

Semua pengalaman itu membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih kuat.

Sebagai sekolah kristen, kami percaya bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya terlihat dari pencapaian akademik, tetapi juga dari karakter dan hati anak-anak yang sedang dibentuk.

Karena itu, kami terus mendorong siswa untuk aktif dalam berbagai kesempatan pembelajaran, leadership, pelayanan, kompetisi, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya. Kami ingin setiap anak memahami bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berkembang dan menjadi berkat bagi sekitarnya.

Kami bersyukur melihat banyak siswa bertumbuh bukan hanya dalam prestasi, tetapi juga dalam karakter. Beberapa siswa bahkan berhasil melanjutkan pendidikan ke sekolah unggulan dan menerima full scholarship di luar negeri. Namun lebih dari sekadar pencapaian tersebut, kami percaya bahwa hal terpenting adalah ketika anak-anak bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, dan berani melangkah sesuai tujuan hidup yang Tuhan berikan.

Di dunia yang penuh tekanan ini, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan. Mereka membutuhkan keyakinan bahwa hidup mereka berharga. Mereka membutuhkan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri.

Sebab pada akhirnya, dunia tidak hanya membutuhkan anak-anak yang pintar, tetapi juga generasi yang memiliki karakter dan keberanian untuk menjadi terang.

Growing Stronger with Confidence bukan sekadar motto, tetapi sebuah perjalanan untuk membentuk generasi yang kuat dalam karakter, teguh dalam iman, dan percaya diri dalam menjalani panggilan Tuhan.

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

1 Timotius 4:12

Ms. Sondang Pangaribuan

Kepala SMP Kristen Tabgha

ASEAN Youth Meeting: From Campus to Career

On Monday, 27 April 2026, six students from Tabgha Christian Junior High School were given the meaningful opportunity to participate in the ASEAN Youth Meeting: From Campus to Career, hosted by Bukit Panjang Government High School in Singapore.

This initiative, aligned with the Ministry of Education Singapore’s efforts to strengthen ASEAN awareness, brought together students from Singapore and across the ASEAN region to explore future-ready skills and regional career opportunities.

Learning Beyond the Classroom

Our students engaged attentively in a series of student-led presentations that explored:

●     Global trends shaping ASEAN’s future workforce

●     Key skills needed to thrive in an evolving world

These presentations were not only informative but also demonstrated strong research, collaboration, and critical thinking among the presenting students.

Insights from the Panel

A highlight of the programme was the panel discussion, where experienced mentors shared valuable perspectives on future-proofing careers. The panelists challenged students to think deeper, ask meaningful questions, and consider how they can prepare themselves for a rapidly changing global landscape.

Our students witnessed firsthand how knowledge connects with real-world application—an important reminder that learning is not confined to textbooks, but is alive in conversations, experiences, and exposure.

Experiencing School Culture

Following the session, students were given a school tour, during which they experienced the learning environment and culture at BPGHS. This provided a broader perspective on how schools in the region nurture student growth, independence, and global awareness.

Partnership that Matters

We are truly grateful for this opportunity to collaborate with our partner school, Bukit Panjang Government High School. Experiences like this strengthen not only students’ understanding of ASEAN but also build bridges of friendship, respect, and shared learning.

This experience reminds us that :

●     Exposure shapes perspective

●     Dialogue builds understanding

●     Collaboration prepares our students for the future

As a school, we remain committed to opening doors for our students—so they are not only academically equipped, but also globally aware and ready to make meaningful contributions in the ASEAN community and beyond.

Miss Tee

Head of School

Happy Move Program Afterschool Activity – TK Kristen Tabgha

Di usia dini, anak-anak belajar paling baik melalui gerakan, permainan, dan eksplorasi. Karena itu, Happy Move Program hadir sebagai kegiatan afterschool khusus untuk anak usia dini yang menggabungkan aktivitas fisik aktif dengan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Melalui pendekatan learning through play, anak-anak diajak untuk bergerak bebas, mencoba berbagai aktivitas seru, serta mengembangkan kemampuan fisik dan sosial mereka dalam lingkungan yang aman, positif, dan penuh sukacita.

Happy Move bukan sekadar kegiatan bergerak, tetapi menjadi ruang bagi anak untuk menyalurkan energi secara positif, membangun kepercayaan diri, serta mendukung perkembangan mereka secara menyeluruh

manfaat program bagi anak

Melalui kegiatan yang dirancang khusus untuk tahap perkembangan anak usia dini, Happy Move Program membantu anak bertumbuh secara sehat dan seimbang.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan anak antara lain:

  • Mengembangkan motorik kasar seperti berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan

  • Meningkatkan koordinasi tubuh dan kelincahan

  • Membantu anak menjadi lebih aktif, sehat, dan bugar

  • Membangun rasa percaya diri saat mencoba hal baru

  • Melatih kemampuan mengikuti instruksi sederhana

  • Membantu anak mengelola emosi melalui aktivitas fisik

  • Mengembangkan keterampilan sosial dan kerja sama dengan teman

keunggulan happy move program

Program ini dirancang dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak usia dini sehingga setiap aktivitas memiliki tujuan yang jelas dan bermakna.

Keunggulan program ini meliputi:

  •  Dirancang khusus sesuai tahap perkembangan anak usia dini

  • Menggunakan metode play-based learning yang menyenangkan\

  • Dipandu oleh guru yang berpengalaman dan penuh perhatian

  • Aktivitas variatif dan kreatif, sehingga anak tidak mudah bosan

  • Lingkungan belajar yang aman, positif, dan suportif

  • Mendukung perkembangan holistik: fisik, sosial, dan emosional

proses kegiatan dalam setiap sesi

Setiap sesi Happy Move Program dirancang agar terstruktur namun tetap fleksibel dan menyenangkan, sehingga anak dapat menikmati setiap tahap kegiatan.

1. Warm Up (Pemanasan)

Anak-anak memulai sesi dengan gerakan ringan yang diiringi musik ceria untuk mempersiapkan tubuh mereka.

2. Main Activity (Aktivitas Inti)

Berbagai kegiatan seru dilakukan, seperti:

  • Permainan gerak (lari, lompat, obstacle sederhana)

  • Gerak dan lagu yang menyenangkan

  • Latihan koordinasi seperti lempar-tangkap dan keseimbangan

3. Group Play (Permainan Kelompok)

Melalui permainan bersama, anak belajar bekerja sama, bergiliran, dan memahami aturan sederhana.

4. Cool Down (Pendinginan)

Gerakan ringan dilakukan untuk membantu tubuh kembali rileks setelah aktivitas.

5. Reflection Time (Penutup)

Anak diajak berbagi pengalaman sederhana tentang kegiatan yang mereka lakukan, untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan berekspresi.

anak yang bahagia bergerak, siap belajar

Melalui Happy Move Program, TK Kristen Tabgha berkomitmen untuk membantu anak-anak bertumbuh aktif, sehat, dan penuh sukacita.

Kami percaya bahwa anak yang bahagia bergerak adalah anak yang siap belajar, mengeksplorasi, dan berkembang secara optimal.

Mr. Daniel - Kepala Sekolah TK Kristen Tabgha 

Refleksi Akhir Tahun : Tidak Ada Perjalanan yang Sia-sia

Menjelang akhir tahun, mari kita sejenak merenungkan perjalanan yang telah kita lewati di tahun ini. Dalam satu tahun penuh dinamika, kita menemukan berbagai keberhasilan yang membanggakan, namun juga tantangan yang menguji ketekunan dan karakter. Meski tidak semua berjalan sempurna, satu keyakinan tetap teguh: setiap proses yang dialami tidak pernah sia- sia ketika kita percaya bahwa Tuhan bekerja melalui setiap langkah hidup kita. Seperti firman Tuhan dalam Roma 8:28, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”

Semua pengalaman, baik yang indah maupun yang sulit, telah turut membentuk perkembangan anak-anak dan komunitas pendidikan kita.

Di lingkungan TEC, setiap jenjang memiliki cerita, tantangan, dan pembelajaran masing- masing. Anak-anak belajar mengenal diri, membangun karakter, dan beradaptasi dengan tuntutan yang berbeda sesuai tahap pertumbuhan mereka.

Di balik tawa, usaha, kegagalan, dan keberhasilan, kita melihat bahwa:

  • Ada siswa yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam cara belajar maupun kedisiplinan.

  • Ada anak yang semakin berani mengambil peran, mencoba hal baru, atau tampil di depan umum.

  • Ada dinamika relasi yang berubah menjadi kesempatan untuk belajar tentang empati, kerja sama, dan penyelesaian konflik.

  • Ada proses jatuh-bangun yang justru menguatkan ketahanan mental dan motivasi belajar.

Perjalanan yang Membawa Pembelajaran

Setiap langkah ini menggambarkan bahwa perkembangan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang perjalanan yang ditempuh untuk mencapainya. Hal ini sejalan dengan Amsal 22:6: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Di TEC, keberhasilan tidak diukur semata- mata oleh angka atau prestasi formal. Keberhasilan juga terlihat melalui hal-hal sederhana namun bermakna: perubahan kebiasaan, pertumbuhan karakter, dan kemajuan dalam sikap serta tanggung jawab.

Tidak Ada Perjalanan yang Sia-Sia

Perjalanan pendidikan tidak selalu hanya berisi pencapaian. Ada saat ketika anak-anak mengalami kegagalan, kebingungan, atau penurunan motivasi. Namun, TEC percaya bahwa kegagalan merupakan bagian penting dari proses belajar.                                                                                 

Saat kita melihat kembali setiap peristiwa sepanjang tahun ini, kita menyadari bahwa setiap langkah—baik yang terasa mudah maupun yang penuh perjuangan—telah memiliki perannya sendiri dalam membentuk karakter, kedewasaan, dan cara berpikir anak-anak. Perjalanan di TEC bukan hanya tentang pembelajaran akademik, tetapi juga tentang membangun kepribadian, kemandirian, dan nilai-nilai hidup yang akan mereka bawa ke masa depan.

Akhir tahun bukanlah titik akhir, melainkan kesempatan untuk menyegarkan kembali tujuan dan semangat. Apa pun yang telah kita lalui—baik keberhasilan maupun tantangan—telah mempersiapkan kita untuk melangkah ke tahun berikutnya dengan lebih kuat.

Marilah kita memasuki tahun yang baru dengan rasa syukur, komitmen untuk terus bertumbuh, serta harapan bahwa setiap anak akan semakin berkembang sesuai potensi yang Tuhan percayakan.

Yeremia 29:11 mengingatkan kita bahwa Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera bagi kita, “untuk memberikan hari depan yang penuh harapan.”

Sondang Pangaribuan, M. Pd
Kepala SMP Kristen Tabgha

Guru: Arsitek Masa Depan dan Pembawa Berkat

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang bergerak begitu cepat, di saat informasi datang bagai gelombang tak henti, di saat suara-suara saling berebut untuk didengar, ada sosok yang diam-diam menyalakan Cahaya guru. Bukan sekadar pengajar, bukan sekadar pembaca buku atau pemberi nilai. Guru sejati adalah arsitek jiwa, penata masa depan, pemantik rasa ingin tahu, dan penjaga mimpi yang tak terlihat.

Setiap hari, guru menapaki jalan yang sering tak terlihat hasilnya. Dari senyuman kecil murid yang tiba-tiba mengerti, dari mata yang bersinar karena menemukan sesuatu yang baru, guru tahu bahwa setiap kata, setiap tindakan, setiap detik yang dicurahkan adalah benih yang akan tumbuh. Dan benih itu akan berbuah mungkin hari ini tak tampak, mungkin esok atau lusa baru terlihat tapi pasti akan membawa berkat.

Mengajar bukan lagi sekadar menyampaikan materi atau mencetak nilai. Mengajar adalah membaca jiwa yang berbeda-beda, memahami cara pandang yang unik, meresapi bahasa hati yang kadang tak bisa diucapkan. Guru melihat potensi di setiap anak: yang kreatif, yang pemalu, yang keras kepala, yang pemimpi. Guru berani keluar dari kotak standar, berani menari di luar aturan, berani memeluk ide-ide  menembus batas biasa yang sebenarnya adalah benih masa depan.

Dan dalam setiap usaha itu, guru mungkin merasa letih, mungkin merasa tak terlihat. Tapi percayalah: setiap pengorbanan, setiap doa yang diselipkan di balik kelas yang ramai, setiap perhatian yang diberikan walau tak diucapkan, tidak pernah hilang sia-sia. Alam semesta, Tuhan, dan kehidupan sendiri mencatatnya. Jasamu, guru, adalah investasi jiwa untuk murid, untuk dunia, dan untuk dirimu sendiri. Suatu hari nanti, dalam bentuk yang mungkin tak kau duga, berkat itu akan kembali kepadamu: dalam senyum muridmu, dalam kata-kata yang mereka ucapkan saat dewasa, dalam kesuksesan yang mereka raih, bahkan dalam ketenangan hatimu sendiri.

Guru yang hebat tahu bahwa mendidik bukan hanya soal hari ini. Itu soal menanam pohon yang mungkin baru berbuah bertahun-tahun kemudian. Itu soal menanam cahaya dalam kegelapan, menyalakan harapan ketika yang lain menyerah, dan percaya bahwa setiap anak yang kau sentuh adalah potensi tak terbatas yang bisa mengubah dunia.

Bila engkau guru yang kadang merasa letih, yang kadang merasa tak dihargai, yang kadang merasa perjuangannya terlalu berat: ketahuilah bahwa kamu adalah pembawa berkat. Segala upaya, segala kasih, segala waktu yang kau curahkan, akan Kembali mungkin hari ini, mungkin esok, atau lusa. Tapi tidak pernah hilang. Dan dunia ini, murid-muridmu, serta hatimu sendiri, akan merasakan berkat itu.

Teruslah menyalakan cahaya, guru. Teruslah percaya pada keajaiban yang lahir dari tanganmu, dari kata-katamu, dari hatimu. Dunia membutuhkan keberanianmu, kreativitasmu, dan kasihmu. Dan percayalah: jasamu tidak pernah sia-sia. Semesta, Tuhan, dan generasi masa depan akan membalasnya dengan cara yang indah, di saat yang paling tepat.

Bangkitlah, guru. Engkau adalah cahaya. Engkau adalah berkat. Dan engkau adalah masa depan.


Lidia Lamhisa, S.Pd., M.M

Kepala Sekolah SD