Growing Stronger with Confidence

Mengapa Kepercayaan Diri Anak Harus Dibangun Sejak SMP?

“Our confidence is not in ourselves, but in the faithfulness of God.”
Charles Stanley

Di tengah dunia yang terus berubah dengan sangat cepat, anak-anak remaja saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka tumbuh di era digital, di mana informasi bergerak tanpa batas dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di satu sisi, teknologi membuka banyak peluang untuk belajar. Namun di sisi lain, dunia digital juga membawa tekanan bagi anak-anak.

Hari demi hari, mereka melihat pencapaian orang lain di layar ponsel mereka. Mereka melihat standar hidup, prestasi, dan popularitas yang sering kali tampak “sempurna.” Tanpa disadari, banyak anak mulai membandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka merasa harus selalu terlihat baik, harus selalu berhasil, dan harus selalu diterima.

Akibatnya, tidak sedikit remaja yang sebenarnya memiliki potensi besar justru tumbuh dengan rasa takut, cemas, dan kurang percaya diri.

Mereka takut gagal. Takut ditolak. Takut dianggap tidak cukup baik.

Bahkan, ada anak-anak yang memilih diam karena takut salah berbicara. Ada yang enggan mencoba karena takut dibandingkan. Ada pula yang merasa nilai dirinya ditentukan oleh jumlah likes, komentar, atau penerimaan dari lingkungan sekitar.

Inilah sebabnya mengapa membangun confidence pada anak sejak usia SMP menjadi sangat penting.

Kepercayaan diri bukan sekadar kemampuan tampil berani di depan banyak orang. Confidence yang sejati adalah kemampuan untuk mengenal nilai diri, memiliki keberanian untuk bertumbuh, dan tetap berdiri teguh meskipun menghadapi tekanan maupun kegagalan.

Sebagai sekolah Kristen, kami percaya bahwa setiap anak diciptakan secara istimewa oleh Tuhan dan memiliki tujuan yang berharga dalam hidupnya. Tidak ada anak yang “biasa saja” di mata Tuhan. Setiap anak memiliki talenta, potensi, dan panggilan yang unik.

Confidence sejati tidak dibangun dari pujian manusia, tetapi dari identitas kita di dalam Tuhan. Ketika anak memahami bahwa dirinya berharga di hadapan Tuhan, mereka akan memiliki pondasi yang kuat dalam membangun rasa percaya diri. Mereka tidak lagi mencari pengakuan hanya dari dunia luar, tetapi belajar melihat diri mereka melalui perspektif Tuhan.

Confidence yang benar bukanlah kesombongan ataupun merasa lebih baik dari orang lain. Confidence adalah keberanian untuk melangkah karena percaya bahwa Tuhan menyertai dan memampukan.

Masa SMP adalah masa pembentukan karakter yang sangat penting. Pada fase inilah anak mulai mencari jati diri, belajar mengambil keputusan, membangun relasi, dan bagaimana mereka memandang dirinya.

Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada akademik semata.

Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menemukan potensi mereka tanpa rasa takut untuk dihakimi.

Di lingkungan sekolah, confidence dibangun melalui proses.

Ketika anak diberi kesempatan untuk memimpin, mereka belajar bertanggung jawab. Ketika mereka berbicara di depan kelas, mereka belajar berani. Ketika mengikuti kompetisi, mereka belajar menghadapi tantangan. Ketika mengalami kegagalan, mereka belajar bangkit dan tidak menyerah.

Semua pengalaman itu membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih kuat.

Sebagai sekolah kristen, kami percaya bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya terlihat dari pencapaian akademik, tetapi juga dari karakter dan hati anak-anak yang sedang dibentuk.

Karena itu, kami terus mendorong siswa untuk aktif dalam berbagai kesempatan pembelajaran, leadership, pelayanan, kompetisi, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya. Kami ingin setiap anak memahami bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berkembang dan menjadi berkat bagi sekitarnya.

Kami bersyukur melihat banyak siswa bertumbuh bukan hanya dalam prestasi, tetapi juga dalam karakter. Beberapa siswa bahkan berhasil melanjutkan pendidikan ke sekolah unggulan dan menerima full scholarship di luar negeri. Namun lebih dari sekadar pencapaian tersebut, kami percaya bahwa hal terpenting adalah ketika anak-anak bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, dan berani melangkah sesuai tujuan hidup yang Tuhan berikan.

Di dunia yang penuh tekanan ini, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan. Mereka membutuhkan keyakinan bahwa hidup mereka berharga. Mereka membutuhkan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri.

Sebab pada akhirnya, dunia tidak hanya membutuhkan anak-anak yang pintar, tetapi juga generasi yang memiliki karakter dan keberanian untuk menjadi terang.

Growing Stronger with Confidence bukan sekadar motto, tetapi sebuah perjalanan untuk membentuk generasi yang kuat dalam karakter, teguh dalam iman, dan percaya diri dalam menjalani panggilan Tuhan.

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

1 Timotius 4:12

Ms. Sondang Pangaribuan

Kepala SMP Kristen Tabgha

From Process to Promise: Celebrating SNBP 2026 Achievements

Puji syukur kepada Tuhan atas pencapaian yang membanggakan dari siswa-siswi SMA Kristen Tabgha yang berhasil lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Perguruan Tinggi Negeri.

Keberhasilan ini bukan hanya tentang diterima di universitas impian, tetapi tentang perjalanan panjang yang dibangun melalui proses belajar, disiplin, karakter, doa, dan ketekunan. Di balik setiap nama yang diumumkan, ada perjuangan, dukungan keluarga, dedikasi guru, serta penyertaan Tuhan yang nyata.

Selamat kepada:

  • Hanna Keyrisa Simangunsong – Ilmu Komunikasi, Universitas Brawijaya

  • Samuel Ananta Sinulingga – Kedokteran, Universitas Brawijaya

  • Jhosua Stefanus Corel – Manajemen, Universitas Brawijaya

  • Jackson – Teknik Elektro, Universitas Brawijaya

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa SMA Kristen Tabgha terus bertumbuh menjadi komunitas pembelajaran yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun tujuan hidup dan karakter yang kuat — Growing Stronger with Purpose.

Sebagai kepala sekolah SMA, saya percaya bahwa pendidikan bukan hanya menghasilkan siswa yang cerdas dan unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang siap menjadi terang, membawa dampak positif, dan melayani di mana pun mereka ditempatkan.

Prestasi lahir dari proses yang dijalani dengan setia setiap hari. Ketika sekolah, orang tua, dan siswa berjalan bersama dalam satu visi, maka akan lahir generasi yang tidak hanya sukses, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan, dan hati untuk Tuhan.

Kiranya pencapaian ini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas untuk terus bertumbuh, berani bermimpi, dan mempersiapkan masa depan dengan sungguh-sungguh sejak hari ini.

From process to promise.
Today is proof, tomorrow becomes history.
Growing Stronger with Purpose.

Vera Susanti, S.Sn, M.Pd

Kepala SMA Kristen Tabgha 

ASEAN Youth Meeting: From Campus to Career

On Monday, 27 April 2026, six students from Tabgha Christian Junior High School were given the meaningful opportunity to participate in the ASEAN Youth Meeting: From Campus to Career, hosted by Bukit Panjang Government High School in Singapore.

This initiative, aligned with the Ministry of Education Singapore’s efforts to strengthen ASEAN awareness, brought together students from Singapore and across the ASEAN region to explore future-ready skills and regional career opportunities.

Learning Beyond the Classroom

Our students engaged attentively in a series of student-led presentations that explored:

●     Global trends shaping ASEAN’s future workforce

●     Key skills needed to thrive in an evolving world

These presentations were not only informative but also demonstrated strong research, collaboration, and critical thinking among the presenting students.

Insights from the Panel

A highlight of the programme was the panel discussion, where experienced mentors shared valuable perspectives on future-proofing careers. The panelists challenged students to think deeper, ask meaningful questions, and consider how they can prepare themselves for a rapidly changing global landscape.

Our students witnessed firsthand how knowledge connects with real-world application—an important reminder that learning is not confined to textbooks, but is alive in conversations, experiences, and exposure.

Experiencing School Culture

Following the session, students were given a school tour, during which they experienced the learning environment and culture at BPGHS. This provided a broader perspective on how schools in the region nurture student growth, independence, and global awareness.

Partnership that Matters

We are truly grateful for this opportunity to collaborate with our partner school, Bukit Panjang Government High School. Experiences like this strengthen not only students’ understanding of ASEAN but also build bridges of friendship, respect, and shared learning.

This experience reminds us that :

●     Exposure shapes perspective

●     Dialogue builds understanding

●     Collaboration prepares our students for the future

As a school, we remain committed to opening doors for our students—so they are not only academically equipped, but also globally aware and ready to make meaningful contributions in the ASEAN community and beyond.

Miss Tee

Head of School

Ketika Buku Tak Lagi Dipeluk, dan Layar Menggantikan Pelukan Itu

Ada Apa dengan Membaca?

Ketika Buku Tak Lagi Dipeluk, dan Layar Menggantikan Pelukan Itu…

Pernahkah kita berhenti sejenak, lalu bertanya dalam hati: kapan terakhir kali kita melihat seorang anak benar-benar tenggelam dalam sebuah buku? Bukan karena tugas, bukan karena diminta, tetapi karena ia ingin. Pemandangan itu kini terasa semakin jarang. Buku-buku masih tersusun rapi di rak, bersih tanpa lipatan, seolah belum pernah benar-benar disentuh. Di sisi lain, yang lebih sering kita lihat adalah jari-jari kecil yang lincah menggulir layar, mata yang terpaku pada video demi video tanpa jeda. Lalu perlahan, pertanyaan itu muncul ada apa dengan membaca?

Barangkali bukan anak-anak yang berubah menjadi malas, melainkan dunia di sekitar mereka yang berubah begitu cepat. Dunia yang menawarkan segala sesuatu secara instan, menarik, dan tanpa perlu usaha panjang. Dalam dunia seperti ini, membaca terasa seperti berjalan pelan di tengah jalan yang serba cepat. Ia membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kebiasaan yang tidak lagi dibangun secara sadar. Tanpa kita sadari, kebiasaan itu perlahan memudar bukan karena anak tidak mampu, tetapi karena mereka tidak lagi terbiasa.

Jika kita jujur melihat ke dalam rumah kita sendiri, mungkin kita akan menemukan sesuatu yang mengusik. Suara apa yang lebih sering hadir cerita yang dibacakan, atau suara layar yang terus menyala? Anak-anak tidak tiba-tiba kehilangan minat membaca. Mereka hanya tidak lagi melihat membaca sebagai sesuatu yang hidup. Mereka tidak melihat kita melakukannya. Padahal, dulu mungkin kitalah yang pernah dibesarkan oleh cerita, yang pernah merasakan hangatnya dunia yang dibuka oleh buku. Namun hari ini, apakah pengalaman itu masih kita berikan kepada mereka?

Di sekolah, membaca sering hadir sebagai kewajiban. Ada target yang harus dicapai, ada penilaian yang harus dipenuhi. Tanpa disadari, membaca berubah menjadi tugas, bukan lagi pengalaman. Ketika anak membaca hanya untuk menyelesaikan kewajiban, maka yang tumbuh bukanlah cinta, melainkan kejenuhan. Anak-anak tidak kekurangan perintah untuk membaca mereka kekurangan alasan untuk mencintainya.

Yang paling mengkhawatirkan bukanlah ketika anak belum lancar membaca, tetapi ketika mereka tidak lagi ingin membaca. Di situlah perlahan mereka kehilangan rasa ingin tahu, kehilangan daya imajinasi, dan kehilangan kemampuan untuk memahami dunia secara lebih dalam. Mereka tidak lagi menjadi penjelajah melalui kata-kata, tetapi hanya menjadi penonton yang menerima tanpa menggali.

Namun, semua ini belum terlambat. Selalu ada jalan untuk kembali. Bukan dengan memaksa atau menuntut lebih keras, tetapi dengan menghadirkan kembali rasa itu rasa hangat, rasa dekat, rasa hidup dalam membaca. Mungkin dimulai dari hal yang sangat sederhana: duduk di samping anak, membuka satu buku, membacakan satu cerita, meluangkan sepuluh menit tanpa gangguan. Biarkan anak melihat bahwa membaca bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah kebersamaan.

Suatu hari nanti, anak-anak kita akan tumbuh dan membawa cerita mereka sendiri. Dan ketika mereka mengingat masa kecilnya, semoga mereka tidak hanya mengingat layar yang menyala, tetapi juga seseorang yang pernah duduk di samping mereka, membacakan dunia lewat sebuah buku. Karena pada akhirnya, mungkin yang anak butuhkan bukan lebih banyak buku, tetapi lebih banyak kehadiran kita di dalam setiap cerita yang mereka jalani.

Lidia Lamhisa , S.Pd.,M.M.
Kepala SD Kristen Tabgha

Happy Move Program Afterschool Activity – TK Kristen Tabgha

Di usia dini, anak-anak belajar paling baik melalui gerakan, permainan, dan eksplorasi. Karena itu, Happy Move Program hadir sebagai kegiatan afterschool khusus untuk anak usia dini yang menggabungkan aktivitas fisik aktif dengan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Melalui pendekatan learning through play, anak-anak diajak untuk bergerak bebas, mencoba berbagai aktivitas seru, serta mengembangkan kemampuan fisik dan sosial mereka dalam lingkungan yang aman, positif, dan penuh sukacita.

Happy Move bukan sekadar kegiatan bergerak, tetapi menjadi ruang bagi anak untuk menyalurkan energi secara positif, membangun kepercayaan diri, serta mendukung perkembangan mereka secara menyeluruh

manfaat program bagi anak

Melalui kegiatan yang dirancang khusus untuk tahap perkembangan anak usia dini, Happy Move Program membantu anak bertumbuh secara sehat dan seimbang.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan anak antara lain:

  • Mengembangkan motorik kasar seperti berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan

  • Meningkatkan koordinasi tubuh dan kelincahan

  • Membantu anak menjadi lebih aktif, sehat, dan bugar

  • Membangun rasa percaya diri saat mencoba hal baru

  • Melatih kemampuan mengikuti instruksi sederhana

  • Membantu anak mengelola emosi melalui aktivitas fisik

  • Mengembangkan keterampilan sosial dan kerja sama dengan teman

keunggulan happy move program

Program ini dirancang dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak usia dini sehingga setiap aktivitas memiliki tujuan yang jelas dan bermakna.

Keunggulan program ini meliputi:

  •  Dirancang khusus sesuai tahap perkembangan anak usia dini

  • Menggunakan metode play-based learning yang menyenangkan\

  • Dipandu oleh guru yang berpengalaman dan penuh perhatian

  • Aktivitas variatif dan kreatif, sehingga anak tidak mudah bosan

  • Lingkungan belajar yang aman, positif, dan suportif

  • Mendukung perkembangan holistik: fisik, sosial, dan emosional

proses kegiatan dalam setiap sesi

Setiap sesi Happy Move Program dirancang agar terstruktur namun tetap fleksibel dan menyenangkan, sehingga anak dapat menikmati setiap tahap kegiatan.

1. Warm Up (Pemanasan)

Anak-anak memulai sesi dengan gerakan ringan yang diiringi musik ceria untuk mempersiapkan tubuh mereka.

2. Main Activity (Aktivitas Inti)

Berbagai kegiatan seru dilakukan, seperti:

  • Permainan gerak (lari, lompat, obstacle sederhana)

  • Gerak dan lagu yang menyenangkan

  • Latihan koordinasi seperti lempar-tangkap dan keseimbangan

3. Group Play (Permainan Kelompok)

Melalui permainan bersama, anak belajar bekerja sama, bergiliran, dan memahami aturan sederhana.

4. Cool Down (Pendinginan)

Gerakan ringan dilakukan untuk membantu tubuh kembali rileks setelah aktivitas.

5. Reflection Time (Penutup)

Anak diajak berbagi pengalaman sederhana tentang kegiatan yang mereka lakukan, untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan berekspresi.

anak yang bahagia bergerak, siap belajar

Melalui Happy Move Program, TK Kristen Tabgha berkomitmen untuk membantu anak-anak bertumbuh aktif, sehat, dan penuh sukacita.

Kami percaya bahwa anak yang bahagia bergerak adalah anak yang siap belajar, mengeksplorasi, dan berkembang secara optimal.

Mr. Daniel - Kepala Sekolah TK Kristen Tabgha 

TABGHA SENIOR CUP 2026

Kolaborasi, Kreativitas, dan Karakter dalam Olahraga dan Seni

Pelaksanaan Tabgha Senior Cup 2026 menjadi momentum bersejarah bagi SMA Tabgha sebagai ajang perdana yang memadukan bidang olahraga dan seni dalam satu panggung besar. Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi merupakan wadah kolaborasi antar sekolah, sarana promosi lembaga, serta media pembentukan karakter peserta didik secara holistik.

Di tengah perkembangan zaman yang menuntut generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, kreatif, dan mampu bekerja sama, kegiatan seperti Tabgha Senior Cup menjadi laboratorium kehidupan yang nyata.

Melalui olahraga, siswa belajar sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim. Melalui seni, siswa belajar mengekspresikan kreativitas, kepekaan rasa, serta kepercayaan diri tampil di depan publik. Kegiatan seperti ini terbukti mampu membentuk karakter, kepemimpinan, tanggung jawab, implementasi potensi maupun skill, serta kemampuan sosial siswa.

Tujuan Pelaksanaan Tabgha Senior Cup

Pelaksanaan Tabgha Senior Cup memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

  • Membangun Kolaborasi Antar Sekolah

    Kegiatan ini mempertemukan siswa dari berbagai sekolah dalam suasana kompetisi yang sehat, memperluas relasi, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam keberagaman.

  • Media Promosi Sekolah

    Tabgha Senior Cup menjadi etalase bagi SMA Tabgha untuk menunjukkan kualitas, budaya sekolah, serta potensi siswa dalam bidang non-akademik.

  • Pembentukan Karakter Siswa

    Melalui pertandingan dan pertunjukan seni, siswa dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, berani tampil, serta belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap yang benar dan penuh rasa syukur.

  • Pengembangan Bakat dan Minat

    Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan talenta di bidang olahraga maupun seni secara positif dan terarah, serta menjadi kegiatan yang berkesinambungan.

Nilai-Nilai Alkitabiah dalam Tabgha Senior Cup

Pelaksanaan Tabgha Senior Cup sejalan dengan nilai-nilai Firman Tuhan, antara lain:

  • 1 Korintus 9:24

    "Tidak tahukah kamu bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya."

    Ayat ini mengajarkan semangat berjuang dengan maksimal, bukan untuk mengalahkan orang lain, tetapi untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.

  • Kolose 3:23

    "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan."

    Baik dalam pertandingan olahraga maupun penampilan seni, setiap siswa belajar bahwa usaha terbaik mereka adalah bentuk penyembahan kepada Tuhan.

  • Mazmur 133:1

    "Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun."

    Nilai kebersamaan dan kolaborasi antar sekolah mencerminkan kesatuan dalam keberagaman.

Relevansi dengan Zaman Sekarang

Di era digital dan kompetitif saat ini, generasi muda menghadapi tantangan individualisme, tekanan prestasi, dan minimnya interaksi sosial yang sehat. Tabgha Senior Cup hadir sebagai jawaban dengan menghadirkan:

  • Ruang interaksi nyata, bukan hanya dunia virtual

  • Kompetisi yang sehat, bukan toxic comparison

  • Kolaborasi lintas sekolah yang membangun jejaring positif

  • Pembentukan karakter yang seimbang antara hard skill dan soft skill

Kegiatan olahraga terbukti memiliki hubungan kuat dengan pembentukan karakter seperti kerja sama, penetapan tujuan, dan ketangguhan mental. Sementara seni membantu siswa mengembangkan kreativitas, empati, serta kemampuan bekerja dalam harmoni bersama orang lain.

Dampak dan Nilai yang Ditinggalkan

Setelah berakhirnya Tabgha Senior Cup, yang diingat bukan hanya piala dan juara, tetapi nilai-nilai yang tertanam, yaitu:

  • Sportivitas

  • Kerja sama

  • Keberanian tampil

  • Disiplin dan tanggung jawab

  • Persahabatan lintas sekolah

  • Kebanggaan terhadap sekolah

Uniknya, kegiatan ini diprakarsai oleh murid SMA Tabgha sendiri, yaitu OSIS dan para volunter. Ini menjadi pengalaman baru bagi mereka dalam berorganisasi dan mengelola event dengan ruang lingkup yang lebih besar. Namun sekolah tetap menekankan bahwa prioritas utama adalah pembelajaran, sehingga siswa mampu menyeimbangkan antara kegiatan dan tanggung jawab akademik.

Kiranya melalui kegiatan ini SMA Tabgha semakin mengerucut kepada nilai dan warna yang semakin bersinar, menjadi sekolah yang bukan hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam karakter dan iman.

Informasi lengkap mengenai kegiatan dapat dikunjungi melalui Instagram OSIS SMA Kristen Tabgha:

https://www.instagram.com/osissmakristentabgha?igsh=bDJncHl0OXBvamEz

Kiranya Tuhan memberkati program Tabgha Senior Cup.

Tuhan Yesus Berkarya.

Hormat kami,

Vera Susanti, M.Pd

Tabgha Education Centre Partners with Bukit Panjang Government High School, Singapore

Tabgha Education Centre is proud to announce an educational partnership with Bukit Panjang Government High School, Singapore, focused on expanding academic opportunities and scholarship pathways for high-achieving students.

This collaboration reflects recognition of the strong academic performance, character development, and potential of TEC students, who are considered capable of competing and thriving in an international education environment. The partnership and scholarship outreach program has now entered its third year, demonstrating a sustained and trusted collaboration between the two schools. Through this partnership, both institutions share a common vision of nurturing globally minded learners who are prepared to face future challenges with confidence and integrity.

As part of the ongoing partnership, a Scholarship Socialization Session was held on 27 January 2026 at YZ Campus. The session aimed to provide students with valuable insights into international scholarship opportunities and to broaden their understanding of global education pathways.

During the session, Mr. Seet Tiat Hee, Principal of Bukit Panjang Government High School, shared his school’s commitment to supporting cross-border educational collaboration. He encouraged students to be courageous in pursuing international learning opportunities and to believe in their potential to excel beyond national boundaries.

To date, six students from Tabgha Education Centre (Junior High School) have successfully passed the selection process and are currently studying at Bukit Panjang Government High School. This achievement highlights the effectiveness of the program and the readiness of Tabgha Education Centre students to pursue international academic pathways.

This partnership marks an important step for TEC in strengthening its global network and enhancing the quality of education offered to its students. It is hoped that this collaboration will open more doors for future international programs, collaborative projects, student exchanges, and scholarship opportunities, empowering students to grow academically, personally, and globally.

Through initiatives like this, TEC continues to affirm its commitment to providing meaningful learning experiences that prepare students to become responsible, capable, and globally competitive individuals.



Miss Tee

School Director

Refleksi Akhir Tahun : Tidak Ada Perjalanan yang Sia-sia

Menjelang akhir tahun, mari kita sejenak merenungkan perjalanan yang telah kita lewati di tahun ini. Dalam satu tahun penuh dinamika, kita menemukan berbagai keberhasilan yang membanggakan, namun juga tantangan yang menguji ketekunan dan karakter. Meski tidak semua berjalan sempurna, satu keyakinan tetap teguh: setiap proses yang dialami tidak pernah sia- sia ketika kita percaya bahwa Tuhan bekerja melalui setiap langkah hidup kita. Seperti firman Tuhan dalam Roma 8:28, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”

Semua pengalaman, baik yang indah maupun yang sulit, telah turut membentuk perkembangan anak-anak dan komunitas pendidikan kita.

Di lingkungan TEC, setiap jenjang memiliki cerita, tantangan, dan pembelajaran masing- masing. Anak-anak belajar mengenal diri, membangun karakter, dan beradaptasi dengan tuntutan yang berbeda sesuai tahap pertumbuhan mereka.

Di balik tawa, usaha, kegagalan, dan keberhasilan, kita melihat bahwa:

  • Ada siswa yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam cara belajar maupun kedisiplinan.

  • Ada anak yang semakin berani mengambil peran, mencoba hal baru, atau tampil di depan umum.

  • Ada dinamika relasi yang berubah menjadi kesempatan untuk belajar tentang empati, kerja sama, dan penyelesaian konflik.

  • Ada proses jatuh-bangun yang justru menguatkan ketahanan mental dan motivasi belajar.

Perjalanan yang Membawa Pembelajaran

Setiap langkah ini menggambarkan bahwa perkembangan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang perjalanan yang ditempuh untuk mencapainya. Hal ini sejalan dengan Amsal 22:6: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Di TEC, keberhasilan tidak diukur semata- mata oleh angka atau prestasi formal. Keberhasilan juga terlihat melalui hal-hal sederhana namun bermakna: perubahan kebiasaan, pertumbuhan karakter, dan kemajuan dalam sikap serta tanggung jawab.

Tidak Ada Perjalanan yang Sia-Sia

Perjalanan pendidikan tidak selalu hanya berisi pencapaian. Ada saat ketika anak-anak mengalami kegagalan, kebingungan, atau penurunan motivasi. Namun, TEC percaya bahwa kegagalan merupakan bagian penting dari proses belajar.                                                                                 

Saat kita melihat kembali setiap peristiwa sepanjang tahun ini, kita menyadari bahwa setiap langkah—baik yang terasa mudah maupun yang penuh perjuangan—telah memiliki perannya sendiri dalam membentuk karakter, kedewasaan, dan cara berpikir anak-anak. Perjalanan di TEC bukan hanya tentang pembelajaran akademik, tetapi juga tentang membangun kepribadian, kemandirian, dan nilai-nilai hidup yang akan mereka bawa ke masa depan.

Akhir tahun bukanlah titik akhir, melainkan kesempatan untuk menyegarkan kembali tujuan dan semangat. Apa pun yang telah kita lalui—baik keberhasilan maupun tantangan—telah mempersiapkan kita untuk melangkah ke tahun berikutnya dengan lebih kuat.

Marilah kita memasuki tahun yang baru dengan rasa syukur, komitmen untuk terus bertumbuh, serta harapan bahwa setiap anak akan semakin berkembang sesuai potensi yang Tuhan percayakan.

Yeremia 29:11 mengingatkan kita bahwa Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera bagi kita, “untuk memberikan hari depan yang penuh harapan.”

Sondang Pangaribuan, M. Pd
Kepala SMP Kristen Tabgha

Guru: Arsitek Masa Depan dan Pembawa Berkat

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang bergerak begitu cepat, di saat informasi datang bagai gelombang tak henti, di saat suara-suara saling berebut untuk didengar, ada sosok yang diam-diam menyalakan Cahaya guru. Bukan sekadar pengajar, bukan sekadar pembaca buku atau pemberi nilai. Guru sejati adalah arsitek jiwa, penata masa depan, pemantik rasa ingin tahu, dan penjaga mimpi yang tak terlihat.

Setiap hari, guru menapaki jalan yang sering tak terlihat hasilnya. Dari senyuman kecil murid yang tiba-tiba mengerti, dari mata yang bersinar karena menemukan sesuatu yang baru, guru tahu bahwa setiap kata, setiap tindakan, setiap detik yang dicurahkan adalah benih yang akan tumbuh. Dan benih itu akan berbuah mungkin hari ini tak tampak, mungkin esok atau lusa baru terlihat tapi pasti akan membawa berkat.

Mengajar bukan lagi sekadar menyampaikan materi atau mencetak nilai. Mengajar adalah membaca jiwa yang berbeda-beda, memahami cara pandang yang unik, meresapi bahasa hati yang kadang tak bisa diucapkan. Guru melihat potensi di setiap anak: yang kreatif, yang pemalu, yang keras kepala, yang pemimpi. Guru berani keluar dari kotak standar, berani menari di luar aturan, berani memeluk ide-ide  menembus batas biasa yang sebenarnya adalah benih masa depan.

Dan dalam setiap usaha itu, guru mungkin merasa letih, mungkin merasa tak terlihat. Tapi percayalah: setiap pengorbanan, setiap doa yang diselipkan di balik kelas yang ramai, setiap perhatian yang diberikan walau tak diucapkan, tidak pernah hilang sia-sia. Alam semesta, Tuhan, dan kehidupan sendiri mencatatnya. Jasamu, guru, adalah investasi jiwa untuk murid, untuk dunia, dan untuk dirimu sendiri. Suatu hari nanti, dalam bentuk yang mungkin tak kau duga, berkat itu akan kembali kepadamu: dalam senyum muridmu, dalam kata-kata yang mereka ucapkan saat dewasa, dalam kesuksesan yang mereka raih, bahkan dalam ketenangan hatimu sendiri.

Guru yang hebat tahu bahwa mendidik bukan hanya soal hari ini. Itu soal menanam pohon yang mungkin baru berbuah bertahun-tahun kemudian. Itu soal menanam cahaya dalam kegelapan, menyalakan harapan ketika yang lain menyerah, dan percaya bahwa setiap anak yang kau sentuh adalah potensi tak terbatas yang bisa mengubah dunia.

Bila engkau guru yang kadang merasa letih, yang kadang merasa tak dihargai, yang kadang merasa perjuangannya terlalu berat: ketahuilah bahwa kamu adalah pembawa berkat. Segala upaya, segala kasih, segala waktu yang kau curahkan, akan Kembali mungkin hari ini, mungkin esok, atau lusa. Tapi tidak pernah hilang. Dan dunia ini, murid-muridmu, serta hatimu sendiri, akan merasakan berkat itu.

Teruslah menyalakan cahaya, guru. Teruslah percaya pada keajaiban yang lahir dari tanganmu, dari kata-katamu, dari hatimu. Dunia membutuhkan keberanianmu, kreativitasmu, dan kasihmu. Dan percayalah: jasamu tidak pernah sia-sia. Semesta, Tuhan, dan generasi masa depan akan membalasnya dengan cara yang indah, di saat yang paling tepat.

Bangkitlah, guru. Engkau adalah cahaya. Engkau adalah berkat. Dan engkau adalah masa depan.


Lidia Lamhisa, S.Pd., M.M

Kepala Sekolah SD 

Book Day TK Kristen Tabgha Saatnya Buku Hidup dalam Imajinasi Anak!

Pada bulan Oktober, TK Kristen Tabgha merayakan Book Day — sebuah kegiatan istimewa yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan cinta literasi sejak usia dini. Tahun ini, suasana sekolah kami dipenuhi warna dan keceriaan ketika para siswa datang dengan kostum karakter dari buku cerita favorit mereka. Ada yang menjadi putri, ksatria, hewan lucu, hingga tokoh pahlawan dari kisah-kisah yang mereka sukai.

Tujuan dan Makna Book Day

Kegiatan Book Day bukan sekadar perayaan kostum, tetapi juga bagian dari pendekatan pembelajaran “play-based learning” yang diterapkan di TK Kristen Tabgha. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak:

  • Untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitas melalui peran tokoh dalam buku.

  • Belajar menyampaikan cerita dan emosi dengan percaya diri di depan teman-teman.

  • Mengenal nilai moral dan pesan positif dari setiap kisah yang mereka baca.

  • Mengembangkan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, dan sosial-emosional melalui interaksi ringan dengan teman dan guru.

Kegiatan Seru Selama Book Day

Hari itu, setiap kelas di TK Kristen Tabgha dipenuhi kegiatan menarik seperti:

  • Story Sharing Time — anak-anak menceritakan kembali kisah favoritnya dengan cara sederhana dan lucu.

  • Mini Parade Kostum — kesempatan bagi siswa untuk tampil percaya diri dan bangga mengenakan karakter pilihan mereka.

  • Reading Corner Exploration — area baca penuh warna dengan koleksi buku anak-anak yang menarik, membangun kebiasaan membaca sejak dini.

  • Creative Craft Session — membuat penanda buku, mahkota karakter, atau ilustrasi dari cerita yang mereka sukai.

Semua kegiatan dilakukan dalam suasana hangat, aman, dan penuh dukungan dari para guru yang telah berpengalaman serta bersertifikasi pendidikan anak usia dini.

Manfaat Book Day untuk Anak Usia Dini

Melalui kegiatan seperti ini, TK Kristen Tabgha percaya bahwa:

  • Anak belajar mencintai buku bukan karena kewajiban, melainkan karena kesenangan.

  • Kemampuan berkomunikasi, empati, dan imajinasi berkembang secara alami.

  • Aktivitas membaca menjadi bagian dari keseharian belajar yang menyenangkan, bukan aktivitas yang membosankan.

📖 TK Kristen Tabgha – Growing Stronger With Love!

Mr.Daniel - Early Years Principal 

Pentingnya “Guardian Teacher ‘ di Sekolah

Di era reformasi revolusi industri sekarang,hidup sudah berada di arus digitalisasi  ,banyak anak muda yang kehilangan arah bahkan sudah melabrak portal portal tidak tau lagi mana yang menjadi norma dan kebenaran ,sehingga banyak anak muda kehilangan jati diri dan kehilangan arah

Sekolah merupakan wadah yang menyiapkan generasi muda yang cerdas, intelektual serta spiritual artinya siswa tahu dan mengerti batasan dan memahami mana yang boleh dan mana yang tidak. Karakter seperti ini yang perlu dipersiapkan bagi generasi  di zaman sekarang, tentu sekolah memiliki peranan penting .

Perkembangan zaman yang begitu cepat membawa dampak luar biasa dalam dunia pendidikan. Siswa SMA saat ini hidup di tengah arus digital yang deras, dan tidak bisa melawan arus  dan tentunya memiliki tantangan yang deras dimana informasi datang dari segala arah, interaksi sosial berpindah ke layar, dan nilai-nilai moral sering kali kabur di antara tren media sosial. Budaya Fomo sudah menjadi bagian generasi muda tidak peduli latar belakang kehidupan sehingga semua terlihat dimanipulasi demi validasi
Dalam konteks inilah, peran guru tidak hanya sebagai mengajar, tetapi juga sebagai pendamping, pelindung, dan pembimbing pribadi menjadi sangat penting. Di sinilah program Guardian Teacher hadir.

Program Guardian Teacher adalah sistem pendampingan di mana setiap guru menjadi pembimbing atau mentor  bagi kelompok  kecil siswa secara personal dan berkelanjutan.
Guru tidak hanya mengawasi prestasi akademik, tetapi juga memantau perkembangan karakter dan spiritualitas siswa, menjadi tempat curhat yang aman, membantu siswa memahami potensi dan arah hidupnya, bahkan menjadi jembatan komunikasi antara sekolah dan keluarga.

Pentingnya Guardian Teacher di Era Sekarang?

  1. Mengatasi Krisis Relasi di Era Digital
    Siswa masa kini cenderung connected but isolated — terhubung secara daring, tapi kesepian secara emosional.
    Guardian Teacher membantu membangun kembali relasi manusiawi yang hangat dan autentik.

  2. Mencegah Masalah Emosional dan Sosial
    Banyak kasus “kenakalan” remaja, stres, hingga depresi siswa berawal dari tidak adanya sosok dewasa yang mendengar.
    Guardian Teacher berperan sebagai early detector dan safe zone bagi siswa.

  3. Mendukung Pembentukan Karakter dan Spiritualitas
    Ditengah nilai-nilai dunia yang berubah cepat, guardian teacher membantu menanamkan nilai iman, tanggung jawab, dan kasih.

  4. Menjalin Sinergi Sekolah – Orang Tua – Siswa
    Melalui komunikasi rutin, Guardian Teacher memperkuat kepercayaan antara sekolah dan keluarga, sehingga pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. 

Landasan Alkitabiah

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah...”
(1 Petrus 5:2)

Seorang Guardian Teacher menjadi “gembala kecil” yang menuntun siswa agar tetap berjalan dalam terang Kristus di tengah derasnya arus zaman digital.

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”
(Amsal 22:6)

Program Guardian Teacher bukan sekadar inovasi manajerial, tetapi panggilan rohani.
Di tengah dunia yang sibuk dan serba cepat, kehadiran guru pendamping menjadi oase kasih dan perhatian yang menuntun setiap siswa menemukan arah hidupnya.
Dengan kasih Kristus sebagai dasar, setiap guru dapat menjadi penjaga jiwa muda yang sedang mencari makna.

Seorang guru bukan hanya mengajar dari buku, tetapi menggembalakan dari hati, menuntun satu jiwa muda agar menemukan terang di tengah gelapnya zaman.

When a teacher chooses not only to teach but also to walk beside, education becomes a journey of the heart that nurtures life.” (Ketika guru hadir bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga mendampingi, maka pendidikan menjadi perjalanan hati yang menumbuhkan kehidupan.”)

 

Miss Vera 

Senior High School Principal 

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE - 80!

Batam, 17 Agustus 2025 – Tabgha Education Centre memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan penuh khidmat melalui Upacara Bendera yang digelar pada hari Minggu pagi.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Pastor Hanny Andries, pendiri sekolah sekaligus pembina Yayasan Komunitas Kasih Indonesia, yang bertindak sebagai pembina upacara.

Momen ini terasa istimewa karena diiringi oleh penampilan marching band yang membawakan tiga lagu penuh semangat: Hari Merdeka, Gebyar-Gebyar, dan Mars Sekolah Kristen Tabgha. Dengan perpaduan instrumen seperti saxophone, xylophone, pianika, drum, cymbal, dan bendera, seluruh tim marching band mampu bersinergi menghadirkan ritme yang megah dan menggetarkan hati, menambah rasa cinta tanah air di hati semua yang hadir.

Upacara ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dari SD, SMP, SMA, ST3B, bersama para guru, staf, serta jajaran pengurus Yayasan Komunitas Kasih Indonesia. Hadir pula tamu undangan serta keluarga besar Gereja Bethel Indonesia Tabgha (GBI Tabgha), yang turut bersukacita merayakan momen bersejarah ini.

Salah satu momen penting adalah penyematan pin logo baru Tabgha Education Centre kepada tiga perwakilan:

Miss Lidia Lamhisa (Kepala Sekolah),

Miss Mutiara Wardhani (Direktur Sekolah),

Bapak Stephen Lim (Ketua Sekolah Tinggi Teologia Batam).

Kami bangga kepada seluruh siswa-siswi yang bertugas dalam upacara. Dengan sinergi, disiplin, dan semangat yang membara, mereka mampu menunjukkan kualitas terbaik dalam setiap gerakan dan hentakan kaki.

Inilah wujud nyata jiwa Tabgha Education Centre: mencintai tanah air, menjunjung nilai iman, dan menyalakan semangat persatuan di Hari Kemerdekaan ini.

✨ “Indonesia Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” ✨

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

-Miss Tee-


RESILIENSI

Oleh Pintauli Simanjuntak, S.Pd, M.Psi

Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk tetap kuat dan mampu menyesuaikan diri dalam menghadapi masa-masa sulit. Tak hanya menjadikan seseorang tahan menghadapi tekanan, resiliensi juga membuatnya mampu bangkit dari keterpurukan.

Sebaliknya, orang yang kurang memiliki resiliensi cenderung mudah menyerah dan bisa sampai pada titik mengakhiri hidupnya sendiri, sebagaimana beberapa kasus menyedihkan tentang anak muda berprestasi yang memilih jalan tragis tersebut.

Karena resiliensi bukanlah kemampuan yang diwariskan secara alami, melainkan suatu keterampilan hidup yang harus dibangun melalui pembelajaran dan latihan, maka sangat penting bagi para orangtua untuk mulai menanamkannya sejak anak-anak masih kecil. Salah satu caranya adalah dengan mendampingi mereka saat menghadapi masalah. Perlu diingat, mendampingi bukan berarti menyelesaikan masalah untuk mereka, tetapi membimbing agar anak dapat memperkuat dirinya dan menghadapi tantangan secara mandiri. Berikut beberapa contoh untuk menggambarkan bagaimana resiliensi bisa dikembangkan:

a. Balon warna kuning

Seorang ibu menjemput anak TK-nya yang murung karena mendapat balon warna kuning, sementara warna favoritnya adalah merah. Dua pilihan sikap bisa diambil ibu:

●        Pilihan 1: Ibu mencari balon merah sebagai pengganti, baik dengan meminta ke guru atau membeli sendiri. Cara ini memang menghibur, tetapi tidak membantu anak belajar menghadapi kekecewaan.

●        Pilihan 2: Ibu memuji balon kuning dan mengaitkannya dengan hal positif, seperti telur yang kuningnya lezat. Sikap ini membantu anak belajar menerima situasi dan memperkuat daya juangnya.

b. Nilai buruk dalam ujian

Rafa, siswa kelas 4 SD, mendapat nilai buruk dalam ujian Matematika. Ia merasa dirinya bodoh, enggan belajar, dan takut dimarahi oleh orang tuanya. Dua respons orangtua mungkin terjadi:

●        Pilihan 1: Orangtua memarahi Rafa karena menganggapnya tidak serius belajar dan tidak teliti dalam mengerjakan soal Matematika. Tindakan ini tidak membantu anak belajar menghadapi kegagalan, bahkan menyalahkan anak atas kegagalan.

●        Pilihan 2: Orangtua berdiskusi terbuka dengan anak, menjelaskan bahwa nilai yang belum bagus itu bisa diperbaiki, yang penting tetap semangat untuk belajar. Ceritakan saat orang tua dulu juga pernah gagal, dan bagaimana bangkit kembali. Ini membuat anak merasa tidak sendiri. Dan jika nilai anak sudah naik meskipun sedikit, berikan pujian.

c. Tidak diajak ‘ngafe’ oleh teman geng

Seorang remaja merasa tersingkir setelah melihat unggahan teman-teman gengnya nongkrong tanpa dirinya. Ia curhat ke ibunya dan mengurung diri di kamar. Dua respons dari ibu dapat terjadi:

●        Pilihan 1: Ibu menanyakan langsung ke orangtua teman dan menyarankan anak menjauh dari teman-teman tersebut. Ini tidak membangun ketahanan emosi.

●        Pilihan 2: Ibu mengajak anaknya berdialog, menyarankan agar tetap bersikap seperti biasa dan memberi ruang kemungkinan adanya alasan yang tidak disengaja dari teman-temannya. Dengan cara ini, anak belajar untuk tidak mudah tersinggung dan tetap terbuka.

Sebagai orangtua dan pendidik, kita memiliki tanggung jawab untuk melatih anak-anak agar mampu menghadapi kegagalan, kesedihan, dan kekecewaan dalam hidup. Resiliensi perlu ditanamkan sejak dini agar mereka tumbuh menjadi pribadi tangguh yang tak mudah menyerah. Mari mencegah tragedi akibat rapuhnya jiwa anak-anak muda dengan membangun ketahanan mental mereka. Ingatlah pepatah, "Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat."

MENYEMAI HARAPAN, MENJADI TERANG: REFLEKSI HARI PENDIDIKAN NASIONAL DI SEKOLAH KRISTEN TABQHA

Oleh: Lidia Lamhisa, S.Pd., M.M

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2025

Setiap tahun, Hari Pendidikan Nasional hadir bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai cermin untuk melihat kembali ke dalam: siapa kita sebagai pendidik ?, siapa anak-anak yang kita didik?, dan ke mana arah masa depan pendidikan yang kita tuju?.

Di tengah laju zaman yang cepat dan dunia yang tak lagi statis, Sekolah Kristen Tabqha berdiri sebagai pelita mungkin tidak besar. Namun, cukup untuk menerangi sekitarnya dengan terang kasih dan kebenaran. Pendidikan di tempat ini bukan sekadar memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi sebuah perjalanan spiritual, intelektual, dan karakter yang utuh.

Pendidikan adalah Sebuah Ibadah

Sebagai sekolah Kristen, saya percaya bahwa mendidik adalah panggilan ilahi. Di setiap mata pelajaran, di setiap percakapan, bahkan dalam setiap konflik kecil yang diselesaikan dengan restoratif, menanamkan nilai bahwa anak-anak bukan hanya perlu menjadi pandai, tetapi terlebih dahulu menjadi benar. Benar di hadapan Tuhan, benar terhadap sesama, dan benar terhadap dirinya sendiri.

Menumbuhkan Generasi Berkarakter di Tengah Dinamika Zaman

Tantangan pendidikan hari ini bukan hanya tentang angka, akreditasi, atau standar capaian yang dapat diukur secara kuantitatif. Lebih dari itu, tantangan yang sebenarnya adalah bagaimana kita dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat, memiliki hati yang lembut, pikiran yang tajam, dan iman yang kokoh. Di dunia yang penuh dengan perubahan dan ketidakpastian, anak-anak yang dibesarkan dengan fondasi yang kokoh akan menjadi pribadi yang mampu bertahan dan berkembang, sekaligus menjadi agen perubahan bagi dunia.

Di Sekolah Kristen Tabqha, saya percaya bahwa pendidikan yang sesungguhnya adalah pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Kristiani.

Nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, kasih, kerja keras, dan keberanian untuk berbeda bukan hanya disampaikan dalam teori, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari. Berkomitmen untuk tidak hanya mengasah kemampuan berpikir, tetapi juga menanamkan nilai dalam hati dan jiwa  peserta didik , agar mereka bisa menjadi pribadi yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga dalam karakter.

Panggilan Guru: Hadir dengan Kasih, Mengajar dengan Iman

Di tengah segala dinamika dan tuntutan dunia pendidikan, saya percaya bahwa sekolah Kristen tidak hanya membutuhkan pengajar, tetapi pendidik sejati. Sosok yang hadir bukan sekadar untuk menyelesaikan jam pelajaran, melainkan menghadirkan kehidupan dan harapan dalam setiap perjumpaan dengan murid-muridnya. Ia memandang setiap anak bukan sekadar peserta didik, tetapi sebagai anugerah Tuhan yang berharga , dipercayakan untuk dibimbing dengan kasih, dibentuk dengan kesabaran, dan dipeluk dalam doa. Ia bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menyalurkan kehidupan; bukan sekadar mengisi pikiran, tetapi juga menyentuh jiwa, menyirami benih iman, dan menanamkan karakter yang bertumbuh di dalam terang Kristus.

Guru yang rela membuka telinga dan hatinya untuk mendengarkan keluh kesah anak-anak, bahkan ketika suara mereka nyaris tak terdengar. Guru yang tahu bahwa peran mulianya tidak berhenti di ruang kelas, karena di balik papan tulis dan lembar tugas, ada jiwa-jiwa yang sedang bertumbuh dan menantikan teladan kasih.

Guru yang menyadari bahwa dalam doanya menjadi bagian penting dari proses mendidik , menyerahkan setiap pergumulannya kepada Tuhan, dan memohon hikmat untuk menjadi terang di tengah tugasnya.

Menjadi guru di Sekolah Kristen Tabqha adalah sebuah panggilan pelayanan, bukan sekadar profesi. Ini adalah perjalanan iman. Setiap hari adalah kesempatan untuk membangun surga kecil di hati anak-anak yang Tuhan titipkan.

Maka, saya mengundang setiap guru untuk terus menyala dalam semangat, menjadi lembut dalam kasih, dan teguh dalam visi. Sebab dari tangan guru yang setia, masa depan dibangun dengan harapan. Dari hatinya yang tulus, lahirlah generasi masa depan bukan hanya hebat dalam prestasi, tetapi juga mulia dalam karakter dan teguh dalam iman.

Orang Tua: Pendidikan Utama Adalah Tanggung Jawab Keluarga

Di momen ini, saya  juga mengajak para orang tua untuk merenung bersama. Pendidikan yang sejati tidak dimulai di sekolah. Ia dimulai di rumah, dalam doa bersama, dalam percakapan harian, dalam teladan kehidupan sehari-hari.

Saya percaya bahwa ketika sekolah dan rumah bersatu dalam irama yang sama. Irama kasih, disiplin, dan iman yang sejati maka akan tercipta harmoni yang menghasilkan anak-anak yang tidak hanya cerdas dan unggul, tetapi juga beriman dan takut akan Tuhan.

Orang tua adalah guru pertama, dan seharusnya menjadi yang utama. Sekolah bukan pengganti keluarga, tetapi mitra. Maka, marilah kita berjalan bersama. Saling mendukung, saling mendoakan, dan saling menguatkan. Karena hanya dengan kolaborasi yang sejati, kita bisa membentuk generasi yang bersinar di masa depan: CERDAS, UNGGUL, dan BERIMAN.

Untuk Semua Anak-Anak Terkasih di Sekolah Kristen Tabqha

Kepada kalian semua anak-anak kami yang luar biasa dari TK, SD, SMP, hingga SMA ketahuilah bahwa kalian sangat dikasihi dan sangat berharga di mata Tuhan. Setiap langkah kecil kalian menuju kebaikan, setiap usaha kalian untuk belajar, setiap doa sederhana yang kalian panjatkan semuanya tidak pernah sia-sia.

Saya percaya bahwa kalian dipanggil bukan untuk menjadi biasa-biasa saja. Kalian dipanggil untuk menjadi terang di dunia. Di tangan kalian masa depan dititipkan.

Bersama guru dan orang tuamu, kami berdiri di sampingmu mendukung, mendoakan, dan mempersiapkan kalian untuk menyongsong masa depan yang penuh harapan.

Tetaplah belajar dengan sungguh, jadilah anak yang hormat dan rendah hati, serta jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Karena bersama Kristus, tidak ada yang mustahil.

Hari Pendidikan: Momentum untuk Menyadari, Merenung, dan Melangkah Maju

Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar momentum seremonial. Ini adalah hari kesadaran, kesadaran bahwa mendidik bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah kehormatan dan tanggung jawab Ilahi. Hari ini saya mengajak kita semua guru, orang tua, dan seluruh komunitas sekolah untuk merenung tentang apa yang sudah kita lakukan, dan apa yang masih perlu diperbaiki dan dikuatkan.

Sekolah Kristen Tabqha memilih untuk terus bertumbuh. Melalui refleksi, evaluasi mingguan, dan budaya kolaboratif, kami membangun komunitas belajar yang saling menginspirasi. Saya tahu bahwa pertumbuhan bukan selalu hal yang mudah, tetapi selalu bernilai.

Ini adalah momentum untuk menyatu dalam semangat baru: semangat untuk mendidik lebih dalam, lebih tulus, dan lebih berdampak bagi masa depan anak-anak dan bagi kemuliaan Tuhan.

Penutup

Hari Pendidikan Nasional adalah hari harapan. Harapan bahwa pendidikan yang kita jalani di Sekolah Kristen Tabqha bukan hanya membentuk masa depan anak-anak, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi agen perubahan di dunia kerja, dalam keluarga mereka nanti, dan dalam pelayanan yang Tuhan tempatkan.

Mari kita lanjutkan perjalanan ini bersama, sebagai satu tubuh Kristus: guru, siswa, dan orang tua, bersatu dalam semangat dan panggilan yang sama.
Karena pendidikan sejati adalah ketika kita mengajar dan mendidik bukan hanya untuk membuat mereka tahu, tetapi untuk membuat mereka hidup.

PASKAH: Sejarah dan Maknanya bagi Siswa, Guru, dan Orang Tua

Oleh: Sondang Pangaribuan, S.Pd. - Kepala SMPS Kristen Tabqha

Selamat Paskah!
Paskah adalah salah satu momen terpenting dalam iman Kristen. Di Sekolah Kristen Tabqha, kita tidak hanya merayakan Paskah sebagai tradisi tahunan, tetapi juga merenungkan makna sejati di balik kebangkitan Yesus Kristus. Mari kita mengenal lebih dalam tentang sejarah Paskah dan apa artinya bagi kita semua siswa, guru, dan orang tua.

Sejarah Paskah: Kemenangan atas Kematian

Paskah berakar dari kisah paling penting dalam Alkitab, yaitu kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Setelah disalibkan dan wafat pada hari Jumat (yang kita kenal sebagai Jumat Agung), Yesus bangkit dari kematian pada hari ketiga — yaitu hari Minggu Paskah.

Kebangkitan Yesus bukan hanya sekadar keajaiban, tetapi menjadi simbol kemenangan atas dosa, kematian, dan keputusasaan. Ini adalah bukti kasih Allah yang begitu besar kepada umat-Nya, serta janji akan hidup yang kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Makna Paskah bagi Siswa: Saatnya Bangkit dan Berpengharapan

Bagi para siswa di Sekolah Kristen Tabqha, Paskah adalah waktu yang sangat tepat untuk membangkitkan semangat baru. Di tengah tugas-tugas, ujian, dan tantangan belajar, mungkin ada rasa lelah, kecewa, atau bahkan ingin menyerah. Tapi kisah kebangkitan Yesus mengajarkan kita bahwa tidak ada yang mustahil jika kita tetap percaya dan berjuang.

Paskah juga mengajak siswa untuk:

●        Menjadi pribadi yang penuh kasih, seperti Yesus yang mengasihi semua orang, bahkan mereka yang menyakiti-Nya.

●        Mengampuni teman yang mungkin pernah berbuat salah.

●        Membagikan sukacita dan kebaikan di lingkungan sekolah dan rumah.

Makna Paskah bagi Guru: Mendidik dengan Hati yang Bangkit

Bagi para guru, Paskah menjadi momen refleksi: apakah kita sudah menjadi pendidik yang memberi harapan kepada siswa-siswi kita?

Yesus mengajar dengan kasih, kesabaran, dan pengorbanan. Dalam semangat Paskah, guru diajak untuk:

●        Menjadi teladan dalam iman dan karakter.

●        Mengajar bukan hanya dengan kepala, tetapi juga dengan hati.

●        Membimbing setiap siswa, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan, agar mereka percaya bahwa mereka mampu bangkit dan berhasil.

Di dunia pendidikan, guru adalah “penyala api” — dan Paskah mengingatkan kita untuk terus menyala, dengan terang Kristus sebagai sumber kekuatan.

Makna Paskah bagi Orang Tua: Menjadi Sumber Kasih dan Iman di Rumah

Untuk para orang tua, Paskah adalah momen untuk kembali kepada inti dari kehidupan keluarga: kasih, iman, dan harapan. Di tengah kesibukan pekerjaan dan rutinitas, Paskah mengajak kita untuk:

●        Membangun komunikasi yang hangat dengan anak-anak.

●        Menanamkan nilai-nilai iman melalui cerita Alkitab, doa bersama, dan teladan hidup.

●        Menjadi tempat anak belajar tentang pengampunan, pengertian, dan cinta tanpa syarat.

Seperti kasih Allah kepada umat-Nya, orang tua dipanggil untuk terus mengasihi dan membimbing anak-anak, bahkan ketika mereka melakukan kesalahan.

Paskah bukan hanya sekadar perayaan kebangkitan Yesus Kristus — lebih dari itu, Paskah adalah undangan untuk bangkit dari keterpurukan, menghidupi kasih, dan menjadi terang di tengah dunia.

Di Sekolah Kristen Tabqha, mari kita jadikan Paskah sebagai momen transformasi hati:

●        Siswa yang semangat belajar dan mengasihi,

●        Guru yang mengajar dengan kasih dan teladan,

●        Orang tua yang membimbing dengan sabar dan iman.

Selamat Paskah!
Tuhan Yesus telah bangkit!

Mari kita bangkit bersama-Nya — dalam iman, kasih, dan harapan yang tak pernah padam.

SMP Kristen Tabqha Terapkan Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran yang Bermakna dan Menyenangkan

SMP Kristen Tabqha terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang relevan dan berdampak bagi masa depan siswa. Salah satu inovasi penting yang sedang diterapkan adalah pendekatan Deep Learning, sebuah pendekatan yang tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pada proses dan nilai-nilai pembelajaran itu sendiri. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang menyebutkan bahwa Deep Learning dapat dicapai melalui tiga elemen utama: Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning.

Konsep Meaningful Learning menjelaskan bahwa guru membantu siswa untuk mengaitkan konsep baru yang akan diajarkan dengan konsep-konsep yang sebelumnya sudah mereka pahami. Proses belajar Meaningful Learning ini bertujuan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.

Sementara itu, penerapan Mindful Learning mendorong siswa menjadi pembelajar yang sadar dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Guru tidak sekadar menyampaikan materi, melainkan juga melibatkan siswa dalam merancang tujuan belajar harian, merefleksikan proses yang telah dijalani, dan menetapkan langkah perbaikan ke depan. Misalnya, dalam kegiatan proyek kelas, siswa membuat jurnal refleksi mingguan yang mencatat apa yang mereka pelajari, tantangan yang dihadapi, serta cara mereka mengatasi masalah tersebut. Ini membentuk kebiasaan belajar yang lebih dalam dan terarah.

Tak kalah penting, Joyful Learning menjadi semangat utama dalam menciptakan suasana kelas yang menggembirakan. SMP Kristen Tabqha mengadopsi berbagai pendekatan yang membuat siswa antusias belajar, seperti pembelajaran berbasis permainan, pembelajaran di luar kelas, hingga project-based learning yang memungkinkan siswa mengekspresikan kreativitas mereka. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, misalnya, siswa membuat vlog atau podcast yang berisi cerita pengalaman mereka, bukan hanya menulis esai konvensional. Ini membuat mereka merasa dihargai dan lebih terlibat secara emosional dalam pembelajaran.

Implementasi Deep Learning ini juga didukung oleh pembiasaan karakter dan budaya sekolah yang positif. Guru membangun relasi yang kuat dengan siswa melalui komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang hangat. Pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan mentoring, Bible Camp, dan aksi sosial yang memperkaya pengalaman dan nilai hidup siswa.

SMPS KRISTEN TABQHA: MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK YANG NYATA

Oleh : Ruth Bhawanti, S.Pd. (Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan dan guru Bahasa Inggris SMP)

Setiap anak berhak untuk belajar, bermain, dan bertumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, SMPS Kristen Tabqha resmi menjadi Sekolah Ramah Anak sejak 4 Februari 2023. Peresmian ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal dari langkah konkret sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berpihak pada hak dan kesejahteraan peserta didik.

Sebagai Sekolah Ramah Anak, SMPS Kristen Tabqha telah melaksanakan berbagai upaya untuk memastikan setiap siswa merasa dihargai, didengar, dan dilindungi. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah pembentukan Duta Anti-Bullying di setiap kelas. Mereka adalah siswa terpilih yang menjadi agen perubahan untuk mengajak teman-teman untuk saling menghargai, menjadi telinga bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan, serta menjadi penghubung antara siswa dan guru dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Sejak peresmian, sekolah secara bertahap menerapkan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak dalam seluruh aktivitas sekolah, antara lain:

  • Menangani kasus kekerasan dan perundungan dengan cepat dan adil, berfokus pada pemulihan hubungan dan pemahaman, bukan hukuman semata.

  • Melakukan pembinaan dengan pendekatan restitusi, sesuai semangat Kurikulum Merdeka, yaitu mengajak siswa menyadari kesalahan, memahami dampaknya, dan secara sadar memilih untuk memperbaiki keadaan. Pendekatan ini dilakukan dengan teknik coaching, bukan dengan hukuman yang menakutkan atau mempermalukan.

  • Menumbuhkan kebiasaan positif melalui berbagai kegiatan pembiasaan, seperti devotion setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, pembinaan karakter lewat upacara setiap Senin, kegiatan literasi setiap Kamis, dan Mini Worship setiap Jumat yang membangun pertumbuhan spiritual dan emosional siswa.

Kami juga terus membangun budaya di mana setiap masalah siswa, sekecil apa pun itu, ditangani dengan kasih dan perhatian. Guru-guru di Tabqha hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan sahabat yang siap mendengarkan. Kami percaya, sekolah yang sehat adalah sekolah yang mendidik dengan cinta dan menghargai setiap anak sebagai pribadi yang unik.

Menjadi Sekolah Ramah Anak bukanlah tujuan akhir, tetapi sebuah proses berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Karena di SMPS Kristen Tabqha, setiap anak berharga, dan setiap anak berhak tumbuh dalam kasih dan sukacita.

Membangun Pendidikan Dasar Generasi yang Berani Berbeda

Di SD Kristen Tabgha, kami percaya bahwa setiap anak adalah bintang yang bersinar dengan keunikan dan potensi luar biasa. Kami bukan hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk karakter unggul yang siap berkompetisi, berkreasi, dan berdampak bagi dunia!

✨ Bersinar dalam Pengetahuan, Bakat dan Kreasi 🎭

Peserta didik kami telah membuktikan bahwa ketekunan dan semangat belajar membawa mereka meraih prestasi luar biasa. Dengan bimbingan guru-guru terbaik dan metode pembelajaran inovatif, mereka telah memenangkan berbagai kejuaraan dalam bidang Matematika, Sains, dan Olimpiade Bahasa—bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional!

🏅 Hasil Peraihan Medali Tingkat Internasional:

  • [5] Medali Emas

  • [10] Medali Perak

  • [34] Medali Perunggu

    Kompetisi Internasional:

  • World Mathematics Olympiad (WMO)

  • Hippo English Olympiad International

  • Asian International Mathematical

  • Singapore and Asian School Maths Olympiad

  • South East Asian Mathematics Olympiad

Namun, bagi kami, prestasi akademik bukan hanya soal angka dan medali—lebih dari itu, kami menanamkan rasa ingin tahu, pemikiran kritis, dan kecintaan belajar sepanjang hayat dalam diri setiap siswa.

Di luar kelas, siswa-siswa SD Kristen Tabgha juga bersinar dalam berbagai bidang seni, olahraga, dan kepemimpinan. Mereka membuktikan bahwa kecerdasan bukan hanya tentang nilai ujian, tetapi juga tentang bakat, kerja keras, dan keberanian untuk tampil dan berkompetisi!

🏆 Olahraga & Ketangguhan
Para atlet muda berbakat kami telah menorehkan prestasi luar biasa di berbagai kompetisi. Lebih dari sekadar kemenangan, mereka belajar sportivitas, kerja tim, dan semangat pantang menyerah!

🥇 Tingkat Kota Batam:

  • (14) Juara I

  • (21) Juara II

  • (23) Juara III

  • Cabang Olahraga: Renang, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Karate

🎭 Seni & Kreativitas: Harmoni Musik dan Tarian untuk Kemuliaan-Nya

Di SD Kristen Tabgha, seni bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana pelayanan kepada Tuhan. Melalui musik dan tarian, siswa mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka dalam mini worship, perayaan Natal, Paskah, serta pentas seni dan acara sekolah lainnya. Dengan penuh percaya diri, mereka mengambil bagian dalam paduan suara, choir, pertunjukan musik, dan tarian pujian.

Seni di sini bukan hanya tentang tampil di atas panggung, tetapi juga tentang membangun karakter, kebersamaan, dan rasa syukur. Setiap nada yang dimainkan dan setiap langkah yang ditarikan menjadi ungkapan iman dan persembahan terbaik bagi Tuhan.

Kepemimpinan & Karakter: Pemimpin Masa Depan

Di SD Kristen Tabgha, kami percaya bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Setiap siswa dibimbing untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki:

  • Integritas: Jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

  • Keberanian: Berani menghadapi tantangan dan membawa perubahan positif.

  • Kepedulian: Saling membantu, menghormati, dan menjadi berkat bagi sesama.

Pembentukan karakter ini didukung oleh pembiasaan positif di sekolah, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan dan membawa dampak positif bagi dunia.

Satu Sekolah; Bertumbuh, Berkarya dan Berdampak!

Kami bangga menjadi tempat di mana setiap anak dapat menemukan potensinya, berkembang, dan menjadi juara dalam bidang yang mereka cintai. Baik di dalam kelas dengan pena dan buku, di atas panggung dengan mikrofon dan kostum, atau di lapangan dengan semangat juang, setiap langkah mereka adalah kemenangan!

Di SD Kristen Tabgha, kami tidak hanya mendidik siswa untuk menjadi pandai, tetapi juga berani, kreatif, beriman, dan berkarakter. Karena kami percaya, keberhasilan sejati bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang berdampak bagi dunia!

SD Kristen Tabgha – Cerdas, Unggul, Beriman!

PERJALANAN MENUJU PTN IMPIAN: SELAMAT UNTUK 7 PESERTA DIDIK SMA KRISTEN TABGHA!

Mimpi besar membutuhkan usaha besar! Para siswa SMA Kristen Tabqha telah membuktikan bahwa tekad, kerja keras, dan doa yang tak terputus mampu membawa mereka ke gerbang perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia! 🌟🏆

 Selamat kepada para pejuang SNBP 2024/2025 yang telah lolos ke universitas impian! 

 🎓 Christian Hery Makahinda – Ilmu Hubungan Internasional (S1), Universitas Padjadjaran
🎓 Michelle Claudia – Ilmu Komunikasi (S1), Universitas Brawijaya
🎓 Yobel Banjarnahor – Ilmu Hukum (S1), Universitas Brawijaya
🎓 Laura Gracia Sari Manik – Administrasi Bisnis Terapan (D4), Politeknik Negeri Batam
🎓 Yohanna Kristinauli Situmorang – Akuntansi (D3), Politeknik Negeri Batam
🎓 Irene Anastasia Iskandar Koeswoyo – Teknologi Rekayasa Elektronika (D4), Politeknik Negeri Batam
🎓 Angelica Sun – Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (D4), Politeknik Negeri Batam

✨ Prestasi ini tidak hanya milik para siswa, tetapi juga hasil dari sinergi luar biasa! ✨
Terima kasih kepada tim pendidik SMA Kristen Tabgha yang telah memberikan bimbingan, dukungan, dan inspirasi tanpa henti. Bersama, kita terus melahirkan generasi yang cerdas, unggul, dan beriman! 💙✨

Perjalanan belum berakhir—ini adalah awal dari tantangan dan pencapaian yang lebih besar! Teruslah berjuang, jadilah berkat, dan taklukkan dunia! 🌍🚀

#SNBP2024 #BanggaTabgha #PrestasiGemilang #PejuangPTN #MasaDepanCemerlang #GenerasiCerdasUnggulBeriman #SekolahTerbaikBatam #SMATerbaikBatam